Langsung ke konten utama
TIPS & TRIK LULUS BEASISWA TANOTO FOUNDATION 



Hai T-Friends ^_^
Saya adalah penerima beasiswa Tanoto Foundation Program National Champions Scholarship (NCS) tahun 2016 (Di dalam foto saya yang pakai jilbab abu-abu ^_^).

Kali ini saya ingin berbagi Tips & Trik Lulus Beasiswa Tanoto Foundation berdasarkan pengalaman saya dan teman teman saya yang lainnya. Tanoto Foundation adalah salah satu program sebagai wujud komitmen dari pendiri Tanoto Foundation yaitu Bapak Sukanto Tanoto dan Ibu Tinah Bingei Tanoto untuk menanggulangi kemiskinan melalui Pendidikan (Education), Pemberdayaan (Empowerment), dan Peningkatan Kualitas Hidup (Enhancement) untuk lebih lengkapnya silahakan cek di website Tanoto Foundation yaa http://www.tanotofoundation.org.
Selamat Membaca dan Semoga bermanfaat...

1. Seleksi Administrasi Online

Hal-hal yang perlu kamu persiapkan untuk seleksi ini adalah pastikan bahwa kampus kamu merupakan salah satu mitra dari Tanoto Foundation. Silahkan di cek di websitenya yaaa... Jika kampus kamu termasuk salah satunya, segera penuhi berkas-berkasnya. Scan deh semua, dan jangan lupa untuk menyesuaikan ukuran filenya agar file kamu tidak pecah saat dibuka. Tenang.. Berkasnya gak ribet kok, ya tergantung birokrasi di kampus kamu sihh.

Waktu itu, Saya mendaftar di awaaaaaaal periode banget. Karna emang semua berkasnya sudah lengkap karena juga ngurus pendaftaran beasiswa lain. Jadilah Saya mendaftar dengan menggunakan IPK semester ganjil yang seharusnya Saya masukkan nilai semester genap, tapi berhubung nilai semester genap belum keluar ya apalah daya. Nah, biasanya pendaftaran beasiswa TF emang di waktu ujian semester genap sampai liburan semester genap. Sempat pasrah sihhh waktu tau teman-teman yang lain mendaftar di akhir periode karena menungu nilai semester genap keluar. Agak gak PeDe kalau kita beda sendiri yakan??? hehehe. dan Tarrrraaaa........... Ketika pengumuman administrasi saya dinyatakan lulus ke tahap selanjutnya. Yeayyyy!!!! Jadi buat kamu yang nilainya belum keluar atau lagi ujian ketika akan mendaftar,  Don't be Worry! Pihak TF akan memakluminya kok.

2. Seleksi Tes Psikotes

Seleksi yang kedua adalah Tes psikotes. Sebelum mengikuti Tes Psikotes kamu akan diharuskan membuat essai yang akan dibawa saat tes psikotes. Jadi, karena banyaknya tugas yang menumpuk dari kampus, organisasi dan lain sebagainya...  saya baru sempat membuat essay di  malam sebelum tes psikotes >_< (Jangan Ditiru!!!! Adegan ini berbahaya). 

Sebenarnya ini adalah pengalaman saya yang kedua mendaftar beasiswa TF. Tahun sebelumnya Saya sudah sampai ke tahap seleksi tes psikotes, dan saya gagal di tahap ini. Hal yang membuat saya gagal dulunya adalah: Banyaknya tes yang diberikan dan waktu yang cukup lama (dari pagi sampai sore) membuat Saya sangat sangat suntuk. Buat teman teman yang akan menghadapi tes psikotes, tingkat mood-nya kamu akan sangat sangat mempengaruhi, jadi pastikan kamu tidur yang cukup, sarapan, bawa minum, kalau saya sih sampai bawa roti dan susu segala. Saya paham benar, mood ini harus benar benar dijaga jangan sampai mengantuk saat tes sedang berlangsung. Akhirnya, saya membuka kembali file essai saya tahun lalu, dan cukup banyaklah revisi yang saya buat. Setelah itu saya langsung tidur deh. 

Jadi, dalam membuat essai:
v  Perhatikan tema yang diinstruksikan (tema saya waktu nulis essai "Kenapa TF Harus Memilih Kamu? dan biasanya temanya selalu ini".
v  Awali dengan perkenalan diri kamu.
v  Kenapa kamu memilih jurusan yang kamu geluti sekarang.
v  Ceritakan kelebihan-kelebihan kamu.
v  Jangan langsung mengatakan "Saya berasal dari keluarga miskin, saya orang susah, dan bla bla bla.. Ceritakan kesulitan yang kamu alami dan apa upaya yang telah kamu lakukan untuk menolong diri kamu sendiri. Selanjutnya biar mereka yang menilai dirimu apakah kamu berhak dibantu atau tidak...
v  Apa yang akan kamu lakukan jika diberi kesempatan menjadi Tanoto Scholars, sehingga mereka tidak akan menyesal jika menerima kamu.

Lalu, bagaimana sih tes psikotesnya?

Saya telah mengikuti tes psikotes Tanoto Foundation 2X, ada beberapa kesamaan di tes psikotes pertama dan kedua yaitu sama-sama disuruh menggambar pohon dan orang, tes penalaran (matematika dasar, pencerminan/rotasi gambar). Nah, kalau tes kedua Saya lebih susah... ada pakai tes Kreplin (hitungan koran), tes Wartegg,  tes penalaran juga logikanya lebih susah (menurut saya sih), dan serentetan tes kepribadian lainnya seperti tes PAPI (untuk tes kepribadian ini cobalah untuk jadi diri sendiri karena besar kemungkinan mereka akan tau kalau kamu bohong) hehehe.
Loh kak?? Tapi di tes kedua lebih susah dari yang pertama, kok kakak malah lulus yang kedua?Iya bebb.. karena Saya paham benar bahwa mood adalah yang terpenting di tes ini, maka saya selalu menjaga kondisi saya agar selalu bahagia... Selalu mendengarkan instruksi dari Psikiaternya. Tidak mengeluh.

Setelah tes psikotes selesai, di hari yang sama, tes dilanjutkan dengan FGD (Forum Group Discussion). Kita akan dibagi ke dalam beberapa kelompok. Biasanya per kelompok terdiri dari 8-10 orang, tergantung jumlah peserta psikotes. Pada tes ini setiap kelompok diberikan suatu masalah untuk didiskusikan bersama pemecahannya. Di setiap kelompok akan ada pihak dari psikiaternya yang akan mengawasi dan memberi nilai kepada orang yang mengemukakan pendapat. Pada tes ini kamu harus mengemukakan pendapat, jika kamu cuma diam-diam aja siap-siap dehhh BYE! Tapi ingat, jangan terlalu keras kepala terhadap pendapatmu sendiri. Sampaikanlah pendapatmu dengan mantap.
Jika kamu mengikuti tips-tips di atas, Kita akan berjumpa lagi dengan blog saya selanjutnya: Wawancara Tanoto Foundation...

Segini dulu yaaa... untuk wawancara ada di blog selanjutnya.

Semoga sukses. 


Komentar

Posting Komentar